News

Kolaborasi Politeknik Perkeretaapian Indinesia (PPI) Madiun dengan PT.Kereta Commuter Indonesia dalam Peningkatan Sumber Daya Manusia Operator Kereta Rel Listrik (KRL)

  14 Maret 2022       admin

Solo – Kementerian Perhubungan terus memberikan perhatian dalam pengembangan pelayanan angkutan massal, antara lain dengan penggunaan KRL yang saat ini tidak hanya melayani aglomerasi Jabodetabek, namun juga daerah Jogjakarta dan Solo.

Dalam rangka memperingati 1 tahun operasional KRL Jogja-Solo, Menteri Perhubungan bapak Budi Karya Sumadi (BKS) beserta jajarannya pada hari Sabtu (12/3/22) melakukan peninjauan langsung ke stasiun Jebres dan Stasiun Solo Balapan. Bapak BKS menyampaikan apresiasi kepada pihak operator PT. KAI dalam komitmennya memberikan pelayanan terbaik transportasi Umum KRL Jogja-Solo terbukti dengan setahun sejak beroperasi, KRL Jogja-Solo telah mengangkut lebih dari 2 (dua) juta penumpang.

Pada rangkaian kegiatan Bapak BKS dan jajaran di stasiun Solo Balapan, juga diselenggarakan kegiatan Penandatanganan MoU antara Perguruan tinggi Kementerian Perhubungan, Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun dengan PT. Kereta Commuter Indonesia (PT.KCI) di Sky Bridge Stasiun Solo Balapan.
Pada kesempatan itu juga, Bapak BKS menyampaikan bahwa, “kedepan KRL akan diperpanjang elektrifikasi jalurnya sampai Kota Madiun. Dengan semakin panjangnya layanan KRL yang dilaksanakan oleh operator PT. KCI, maka dibutuhkan SDM yang handal serta berkomitmen tinggi dalam melaksanakan pelayanannya. Maka saya sangat mengapresiasi kerjasama antara PPI Madiun dan PT. KCI”

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT. KAI, Bapak Didiek Hartantyo, menyampaikan bahwa “selain peningkatan Sarana dan Prasarana harus juga diimbangi dengan pengembangan SDM yang masif. Kami yakin dengan kerja sama antara PT. KCI dan PPI Madiun, akan menghasilkan keluaran SDM yang memiliki Semangat AKHLAK, Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif serta Kolaboratif. ”

Komitmen Kementerian Perhubungan dalam meningkatkan pelayanan transportasi massal sangat nyata, tidak hanya dari segi infrastuktur maupun sarananya, namun juga tenaga kerja profesional yang mengawangi pengoperasian transportasi massal tersebut, sehingga diharapkan pola pikir masyarakat untuk selalu mengunakan transportasi massal atau transportadi publik dalam setiap kegiatannya bisa terbentuk yang merupakan salah satu bukti budaya masyarakat negara maju. (FM//RR)